Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peran GIS Dalam Dunia Ilmu Teknik Sipil

Peran GIS Dalam Dunia Ilmu Teknik Sipil - Ilmu teknik Sipil sudah ada sejak jaman kuno. Bahkan anda yang membaca tulisan ini belum lahir. 

Bisa dikatakan ilmu teknik sipil adalah cabang ilmu perteknikan tertua.

Betul tidak?

Pada era insinyur sekarang, pekerjaan para enjiner sipil (civil engineering) telah terbantu oleh beragam software dan aplikasi dari berbagai bidang ilmu. Salah satunya bidang ilmu GIS.

Siapa yang tak kenal GIS?

Bagi anda lulusan sarjana Geodesi, Geografi, atau Ilmu tanah, sudah paham dan tak asing dengan GIS 

Namun bagi pemula, pasti bertanya-tanya.

Apa itu GIS?

Peran GIS Dalam Dunia Ilmu Teknik Sipil

Ini menjadi hal yang paling ditanyakan.
GIS yang merupakan kepanjangan dari Geographic Information Systems adalah bidang teknologi geospasial yang menggabungkan fitur geografis dengan data tabular (tabel) untuk pemetaan, analisis spasial, dan pemecahan masalah (problem) dunia nyata.
Mudah-mudahan anda paham dengan terminologi atau pengertian GIS diatas

Balik ke topik.

Mari kita telusuri, mengapa GIS memiliki Peran Dalam Dunia Ilmu Teknik Sipil.

Pentingnya GIS dalam Ilmu Teknik Sipil

GIS berperan terhadap para insiyur teknik sipil untuk melayani masyarakat. Hal ini disebabkan GIS menyediakan data digital geografis yang mudah dipahami. Sehingga para insinyur mengambil keuntungan tersebut untuk mengambil keputusan tepat.

Bayangkan.

Jika anda memiliki data tabel harga tanah kosong se Indonesia, katakanlah Ms.Excel. Kemudian anda memiliki data geografis peta Indonesia, katakanlah software AutoCAD.

Lalu atasan anda ingin tahu lahan yang cocok untuk pembangunan kebun baru sesuai kriteria perusahaan, seperti tidak boleh dekat jalan raya atau tidak boleh di dataran tinggi.

Bingung kan.

Solusi yang tepat untuk permasalahan di atas adalah menggunakan software GIS

Anda jangan berhenti baca disini. Lanjut sampai kebawah ya.

Kita akan melihat contoh aplikasi GIS pada teknik sipil. Akan tetapi, saya akan menjelaskan dari mana perolehan sumber data GIS.

Sumber Data GIS 

Data GIS diperoleh dari berbagai sumber, seperti data hasil survey pengukuran dari surveyor geodesi, Lidar, citra satelit, informasi basisdata dan masih banyak lagi.

Berdasarkan data tersebut, GIS mampu membuat peta yang interaktif dan informatif. Bahkan untuk pekerjaan di bidang asuransi.

Mudah-mudahan anda paham pengertiam GIS secara umum dari pemahaman dasar di atas.

Peran GIS Dalam Dunia Ilmu Teknik Sipil

1. Transportasi


Peran GIS Dalam Dunia Ilmu Teknik Sipil

Perihal infrastruktur transportasi bagi insinyur teknik sipil telah menjadi makanan setiap hari. Dengan adanya teknologi GIS, trafik lalu lintas dapat dilihat bersamaan dengan kepadatan populasi kendaraan.

Ketika ada proyek pekerjaan pembangunan jalan tol, para insinyur dapat menambahkan data topografi ke dalam platform GIS.

Dengan demikian, pemilihan lokasi dan rute terbaik pembangunan jalan tol dapat didasarkan pada kriteria seperti tidak membahayakan habitat atau tidak mengganggu masyarakat lokal sekitar pembangunan. 

Sehingga pengembangan infrastruktur transportasi dapat direncanakan dan diimplementasikan.

2. Pemilihan Lahan

GIS dapat digunakan untuk mencari lahan baru sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Contoh nya pemilihan lahan untuk pembangunan gedung atau mall.

Teknologi spasial ini memungkinkan pemrosesan data spasial dengan benar dan mencakup sejumlah besar tema pekerjaan.

Adanya teknologi pemetaan seperti penginderaan jauh (remote sensing), membantu GIS untuk menentukan pola penggunaan lahan lebih efisien dan terorganisir, sehingga pemilihan lahan dilakukan secara akurat dan benar.

3. Pembangunan Perkotaan dan Perencanaan Kota

Pertumbuhan urbanisasi yang luar biasa di banyak negara seperti India telah menyebabkan masalah sanitasi, polusi lingkungan, dan pembuangan limbah.

Pada beberapa kota di Indonesia, juga demikian.

Oleh sebab itu,  pembangunan perkotaan dan perencanaan kota membutuhkan integrasi informasi demografi, sumber daya alam dan statistik sosial-ekonomi.

Dengan adanya GIS, hal tersebut dapat dilakukan. Apalagi dengan ketersediaan data citra satelit saat ini, akan memudahkan para insinyur teknik sipil untuk memodelkan rencana tata ruang kota.

4. Analisis DAS ( Daerah Aliran Sungai)

Salah satu hal yang menjadi kewajiban bagi insinyur teknik sipil adalah pengembangan suplai air. Polusi kimia, radiasi, bahkan perubahan kondisi iklim bumi dapat mengancam sumber air minum kita seperti danau atau sungai.

Digital Elevation Model (DEM) berguna untuk analisis DAS, disebabkan data tersebut menyediakan data elevasi ketinggian digital dan data kemiringan. 

Adanya teknologi GIS, analisis DAS dapat dilakukan. Sebab, GIS mampu menerima data geografis dan data angka berupa laju, arah, dan akumulasi air yang mengalir dalam satu kanvas peta.

Dengan demikian, para insinyur sipil dapat menganalisis DAS dengan baik dan tepat sesuai kondisi kenyataan yang ada, sehingga sumber air untuk minum terjaga. 

5. Manajemen Bencana

Insinyur sipil tidak serta merta hanya membangun gedung bertingkat untuk daerah perkotaan saja. Mereka pun juga memperhatikan aspek sustainability suatu kota dari terpaan bencana yang akan terjadi.

Misalnya, pembuatan tanggul untuk pengendalian banjir di pemukiman atau di kawasan pinggir pantai supaya menahan laju abrasi.

Tekonologi GIS memiliki peran yang cukup besar dalam membantu sang civil engineer untuk manajemen dan pengendalian bencana.

Bermodalkan data real time dari citra satelit (remote sensing), SIG (Sistem Informasi Geografis), dan mungkin data LiDAR.

Maka tak heran bila insinyur sipil dapat dengan mudah menganalis perolehan data spasial sebagai upaya dalam membantu proses manajemen disaster seperti perbandingan data sebelum dan sesudah (pasca) terjadinya bencana.

Dengan demikian, data perolehan hasil GIS bisa menjadi acuan bagi insinyur sipil untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis situasi dan kondisi di saat bencana berlangsung.