Peran dan Kegunaan Teknologi LiDAR di Berbagai Bidang

.
Peran dan Kegunaan Teknologi LiDAR - LiDAR kepanjangan dari Light Detection and Ranging adalah teknologi pemetaan remote sensing yang efektif. LiDAR mengukur posisi dan jarak objek dari pantulan sensornya sehingga LiDAR memiliki peran di berbagai bidang.

Peran dan Kegunaan Teknologi LiDAR

Para peneliti profesional memanfaatkan peran LiDAR untuk analisis data alam dan lingkungan dengan akurat. Contohnya, sensor LiDAR digunakan pada mobil otonom (autonomous car) untuk memantau keadaan lingkungan.

Banyak sekali peran dan kegunaan LiDAR, salah satunya pembuatan DEM. DEM yang menggambarkan kenampakkan 3D permukaan bumi akan sangat baik bila sumber datanya berasal dari teknologi LiDAR, didukung pula dengan software pengolahan LiDAR.

Baca Juga: 8 Software Terbaik Pengolah Data LIDAR GIS

Berikut Peran dan Kegunaan Teknologi LiDAR pada berbagai bidang yang mampu memudahkan pekerjaan manusia.

#1. Bidang Agrikultur


Peran LiDAR di bidang agrikultur mencakup perencanaan, pengklasifikasian, dan pemetaan tanaman.

Perencanaan tanaman: LiDAR digunakan untuk analisis topografi.dan prediksi sifat tanah di lahan. Dengan begitu petani mampu menganalisis, memodelkan, dan memprediksi hasil panen untuk keuntungan yang maksimal.

Pengklasifikasi tanaman: Tanaman mungkin dapat berkembang baik di satu area, namun belum tentu di tempat yang lain. Melalui LiDAR, pengelompokkan tanaman dilakukan berdasarkan karakteristiknya sehingga dapat diketahui tempat yang cocok untuk ditanam.

Pemetaan tanaman: LiDAR digunakan sebagai pengendali hasil panen. LiDAR dapat membuat peta kontur yang menggambarkan topografi keadaan lahan. Akibatnya, petani dapat menentukkan lokasi penanaman terbaik sehingga mengurangi penggunaan pupuk.

#2. Bidang Survey Pemetaan


Fungsi Teknologi LiDAR di bidang survey pemetaan pasti adanya. Sebab, LiDAR diciptakan sebagai solusi dari pemetaan area yang luas dengan waktu relatif singkat dan didukung hasil data yang presisi serta akurat.

Peran dan kegunaan LiDAR dalam bidang surveying mencakup Desain 3D, kartografi, pemetaan batimetri, perencanaan dan pemetaan kota, analisis drainase, pemetaan tunnel, perencanaan infrastruktur, deteksi tepi objek, dan monitoring jembatan.

Desain 3D: Perihal pemodelan 3D, LiDAR adalah alat yang tepat. Hasil desain 3D suatu objek (perumahan, gedung, jembatan) dari data LiDAR sangat detil dan nyata. Para arsitektur kini memanfaatkan teknologi LiDAR untuk memvisualisasikan karya desainnya.

Kartografi: Akurasi dan presisi hasil data dari akuisisi teknologi LiDAR, dapat digunakan untuk membuat suatu peta khususnya peta topografi. Hal ini terletak pada data ketinggian yang dihasilkan sensor LiDAR sangat mendukung pemodelan 3D.

Pemetaan batimetri: Laser hijau pada sensor LiDAR bisa mengukur kedalaman air untuk tujuan pemetaan batimetri hingga 40m tergantung dari kejernihan air. Akurasi hasil pengukuran kedalaman air mencapai 15 cm (vertikal) dan 2,5 cm (horizontal).

Perencanaan dan pemetaan kota: Model digital permukaan bumi yang dihasilkan dari data LiDAR dapat dimanfaatkan untuk kegiatan planologi. Seperti membuat detil perencanaan tata letak suatu kota yang cepat ketimbang dengan teknik lain.

Analisis drainase: Pemetaan bawah tanah dianggap sulit untuk menganalisis drainase. Berkat gelombang dari sensor LiDAR yang menembus dinding dan permukaan tanah, LiDAR dapat mendeteksi pipa drainase di bawahnya untuk dipetakan.

Pemetaan terowongan: Pemetaan terowongan (tunnel) sulit dilakukan sebab perihal akses. Solusinya adalah LiDAR terestris atau TLS (Terrestrial Laser Scanner). Selain cepat, hasil datanya sangat detil dan mendukung untuk dilakukan analisis serta pemodelan.

Perencanaan infrastruktur: Adanya teknologi LiDAR, kini dirasakan oleh para ahli planner. Contohnya pada perencanaan infrastruktur di bandara. Dengan cara scanning, LiDAR memberikan gambaran posisi detail runway, gedung terminal, dan hangar dengan baik.

Monitoring jembatan: Pekerjaan monitor jembatan tidaklah mudah. Apalagi jembatan yang baru dibuat, jadi hasil pekerjaan harus akurat. Sensor LiDAR yang mampu menembus objek (jembatan), dapat mendeteksi potensi kesalahan sebelum dan sesudah konstruksi.

#3. Bidang Pertambangan


Industri pertambangan sangat ketat terhadap target jumlah produksinya. Adanya teknologi LiDAR, informasi yang dibutuhkan untuk kebutuhan operasi tambang dapat terlaksana dengan cepat dan akurat.

Peran LiDAR di bidang pertambangan (mining) diantaranya adalah eksplorasi minyak & gas, perhitungan volume, monitoring penurunan tanah, dan deteksi polusi.

Eksplorasi minyak dan gas: LiDAR mampu mendeteksi gas dan partikel mineral lainnya. Walaupun metode tersebut masih dalam tahap development, setidaknya menjadi referensi terhadap inovasi dalam pencarian bahan mineral oil and gas lebih efisien.
 
Perhitungan volume: Perhitungan volume biji mineral dapat dilakukan oleh teknologi LiDAR. Selain itu, sensor LiDAR mampu menembus permukaan bumi sehingga dapat mendeteksi kandungan apa saja yang berada di bawah sana.

Monitoring penurunan tanah: DEM yang dihasilkan oleh LiDAR dapat mengidentifikasi adanya pergerakan di permukaan tanah disertai akurasi data yang tinggi. Hasil itu dapat menggambarkan situasi & kondisi untuk pencegahan bahaya di lingkungan pertambangan.

Deteksi polusi: Aktivitas penambangan berdampak di lingkungan sekitar. Perusahaan tambang harus memikirkan solusinya. Dengan dukungan LiDAR, deteksi polusi udara dapat dilakukan guna memberi gambaran persebaran polusi sebagai langkah antisipasi.

#4. Bidang Transportasi


Peran LiDAR di bidang transportasi cukup memadai dan mencakup segala kebutuhan bagi para ahli perencana jalan.

Perencanaan transportasi: Resolusi spasial data LiDAR yang tinggi menjadi solusi terbaik sebagai alat perencanaan transportasi dan jaringan jalan. Melalui kombinasi LiDAR & Airbone, cakupan area perencanaan yang terambil terbilang luas disertai detil yang baik.

Monitor kemacetan: Macet sudah pasti menyebalkan, apalagi kemacetan di ibu kota seperti Jakarta. Melalui kombinasi GIS dan data LiDAR, kemacetan lalu lintas di jalan bisa dihindari dengan cara memberikan jalur alternatif bebas macet.

Pemantauan jalur kereta api: Pengukuran jalur kereta api biasanya melalui survey terestris, sehingga memakan waktu, tenaga, dan biaya. Dengan adanya LiDAR, pengukuran jaringan jalan kereta api bisa dilakukan dengan cepat, tepat, dan akurat serta cost yang minim.

Desain jalan: LiDAR sudah menjadi teknologi yang tidak diragukan lagi terkait desain jalan. Data LiDAR bisa menggambarkan & memberikan informasi terkait kondisi topografi (terain) area sekitar pembangunan jalan baru untuk meminimalisir kesalahan konstruksi.

#5. Bidang Kehutanan


LiDAR memantulkan sinar laser ke objek apa saja yang dilaluinya, selanjutnya dipantulkan kembali ke alat sensor untuk dicatat jarak dan posisi objek. Hasil dari scanning LiDAR mampu menciptakan 3D surface yang detil. Hal tersebut berguna di bidang kehutanan.

Berikut kegunaan LiDAR di bidang kehutanan:
  1. LiDAR memberikan informasi yang akurat terkait ekologi dan klasifikasi penggunaan lahan
  2. DSM dan DTM dari data LiDAR bisa dijadikan bahan untuk perencanaan dan manajemen kebijakan hutan
  3. Densitas data LiDAR dapat digunakan untuk memahami struktur hutan yang kompleks dan memonitor pola titik api, sehingga departemen kehutanan dapat mengambil tindakan untuk pencegahan terjadinya kebakaran hutan berikutnya 

Monitor Penggundulan hutan:  Teknologi LiDAR memiliki peran penting perihal deforestasi, terlebih identifikasi hutan yang diakibatkan oleh manusia (penebangan liar/illegal logging). Selain itu, LiDAR dapat mengukur dan menyajikan struktural pohon (contoh : kanopi) mulai dari tinggi, daun, serta ranting.

Demikian dari artikel Peran dan Kegunaan Teknologi LiDAR di Berbagai Bidang. Sebenarnya masih banyak sekali kegunaan dari Teknologi LiDAR yang belum dapat saya sampaikan seperti di bidang geologi dan hukum. Kedepannya akan saya tambahkan.

0 Response to "Peran dan Kegunaan Teknologi LiDAR di Berbagai Bidang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel